Minggu, 06 Oktober 2013

DELAPAN DASAR DIAGNOSA TCM



Delapan dasar diagnosa ini sesungguhnya hanyalah dua dasar diagnosa saja, yaitu (1) dasar diagnosa Yin dan (2) dasar diagnosa Yang. Keenam dasar diagnosa lainnya merupakan diferensiasi dari kedua dasar diagnosa Yin dan Yang. Dasar diagnosa Yin didiferensiasikan menjadi dasar diagnosa han, xu dan li. Sedangkan dasar diagnosis Yang didiferensiasikan menjadi dasar diagnosis re, shi dan biao.
Kumpulan gejala penyakit yang tergolong suatu dasar diagnosa disebut sebagai sindrom. Pada suatu penyakit dapat ditemukan beberapa sindrom bersama-sama, misalnya sindrom luar dan sindrom panas sehingga disebut sebagai sindrom panas-luar. Sindrom dingin dengan sindrom defisien sehingga disebut sebagai sindrom dingin-defisien. Dan bisa pula ditemukan keadaan sindrom dingin, sindrom dalam dan sidrom defisien secara bersama-sama sehingga disebut sebagai sindrom dingin-defisien-dalam atau sindrom han-xu-li.
Tetapi bagaimana pun kompleksnya sindrom itu, sindrom-sindrom tersebut tidak lepas dari dua dasar diagnosa utama yaitu dasar diagnosa Yin dan dasar diagnosa Yang.
Setelah digolongkan ke dalam sindrom tertentu berdasarkan 8 dasar diagnosa ini maka selanjutnya digolongkan ke dalam sindrom yang lebih terperinci sesuai dengan penggolongan sindrom.
Ada 5 penggolongan sindrom yang biasa ditulis dalam literatur TCM :
1.   Penggolongan sindrom berdasarkan organ zang-fu
2.   Penggolongan sindrom berdasarkan kelainan meridian
3.   Penggolongan sindrom 6 meridian
4.   Penggolongan sindrom ying, wei, qi dan xue
5.   Penggolongan sindrom san jiao
Menurut G. Pong Permadi D. dan Djuharto, penggolongan sindrom yang terpenting adalah penggolongan sindrom atas dasar kelainan organ zang-fu dan penggolongan sindrom atas dasar kelainan meridian (nomer 1 dan nomer 2)
Dasar Diagnosa Yin dan Yang
Telah diungkapkan di atas bahwa sesungguhnya 8 dasar diagnosa itu hanyalah 2 buah dasar diagnosas yaitu Yin dan Yang. Karena itu pada penggolongan terhadap data yang telah dikumpulkan, tindakan pertama adalah menggolongkan ke dalam salah satu dari pada kedua dasar diagnosis ini. Secara umum kedua dasar diagnosis ini memberikan gambaran keseluruhan penyakit, daya tahan tubuh, penyebab penyakit, letak proses patologis, jenis kelainan patologis sampai pada prognosisnya.
Contoh penggolonganya : pasien dengan nadi tenggelam, lambat dan tak bertenaga digolongkan ke dalam sindrom yin. Sedangkan pasien dengan nadi mengambang, cepat, bertenaga digolongkan ke dalam sindrom yang.
Dasar Diagnosis Han (Dingin) dan Re (Panas)
Dengan kedua dasar diagnosis ini ditentukan jenis dan sifat fenomena patologis yang diperlihatkan tubuh dalam keadaan sakit, serta selanjutnya menentukan cara pengobatannya. Pada sindrom dingin dapat digunakan teknik moksibusi sedangkan panas dapat menggunakan jarum akupuntur dengan teknik sedasi.
Contoh penggolongannya : pasien dengan gejala haus, suka minum, menyukai dingin, badan panas, gelisah, muka merah, urin kuning tua, konstipasi, selaput lidah kuning merupakan gejala dari sindrom panas. Sedangkan pasien dengan sindrom dingin menampakan gejala tidak haus, menyukai yang hangat, kaki tangan dingin, urin banyak dan jernih, diare dan lainnya.
Dasar Diagnosis Xu (Defisien) dan Shi (Ekses)
Kedua dasar diagnosis ini digunakan untuk menentukan kuat lemahnya daya tahan tubuh dan kuat lemahnya serangan penyebab penyakit atau besar kecilnya perubahan patologis yang terjadi dalam tubuh penderita penyakit. Dengan dasar ini pulalah ditentukan cara penjaruman dalam pengobatannya yaitu penguatan (tonifikasi) untuk sindrom xu (defisien) dan pelemahan (sedasi) untuk sindrom shi (ekses).
Menurut Huangdi Neijing (Yellow’s Emperor Inner Canon), nadi lemah, kulit dingin, napas pendek, diare dan miksi banyak serta tidak ada nafsu makan merupakan 5 xu. Sedangkan nadi kuat, kulit panas, perut kembung, konstipasi dan urin sedikit, serta sesak merupakan 5 shi.
Dasar Diagnosis Li (Dalam) dan Biao (Luar)
Dengan kedua dasar diagnosis ini dapat ditentukan letak perubahan patologis dalam tubuh penderita dan perjalanan penyakitnya. Permukaan tubuh, kulit dan otot adalah biao. Rongga dada dan rongga perut serta organ-organ zang-fu adalah li. Penyebab penyakit luar masuk ke dalam badan dikatakan ‘dari biao ke li’, sedangkan perubahan ‘dari li ke biao’ menyatakan adanya proses penyembuhan. Jelaslah bahwa kedua dasar diagnosis ini menyatakan dalam dangkalnya letak perubahan patologis serta seberapa jauh perjalanan suatu penyakit.

Sabtu, 05 Oktober 2013

DAHSYATNYA KANDUNGAN KELOR

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter.[1] Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak.[1] Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.

Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina Vietnam : Chùm ngây Thailand : ma-rum Pilipina : Malunggay

Deskripsi

Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar; percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda. Buah berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm; buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat - berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak.

Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.

Penelitian terhadap manfaat tanaman mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejak awal tahun 1980-an telah dimulai. Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jerman, di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasuk Etiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, mengingat pohon tersebut dapat menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan. Di kawasan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.

Periset dari Anna Technology University, Tamilnadu, India, C Senthil Kumar, membuktikan bahwa daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati. Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, misalnya luka usus dan luka lambung. “Bagian apa pun yang dipakai aman asal memperhatikan caranya,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Minumlah rebusan daun kelor selagi air hangat. Sebab, efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat.

Menurut Dr. Paulus Wahyudi Halim di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kelor memiliki energi dingin. Herbal seperti itu cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker.

Khasiat Daun Kelor

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung:

7 x vitamin C pada jeruk 4 x calcium pada susu 4 x vitamin A pada wortel 2 x protein pada susu 3 x potasium pada pisang

Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Manfaat utama daun kelor adalah:

Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh

Menyegarkan mata dan otak

Meningkatkan metabolisme tubuh

Meningkatkan stuktur sel tubuh

Meningkatkan serum kolesterol alamiah

Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit

Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal

Memperindah kulit

Meningkatkan energi

Memudahkan pencernaan

Antioksidan

Memelihara sistem imunitas tubuh

Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan

Bersifat anti-peradangan

Memberi perasaan sehat secara menyeluruh

Mendukung kadar gula normal tubuh

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

#http://id.wikipedia.org/wiki/Kelor

Jumat, 04 Oktober 2013

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS



             Etiologi
Tcm menyebutkan bahwa ada dua factor yang saling berhubungan yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit, yaitu zheng qi dan xie qi. Zheng qi adalah fungsi dan daya tahan tubuh, sedangkan xie qi adalah faktor penyebab penyakit.
Teori ini juga menerangkan bahwa makhluk hidup yang berada dalam lingkungan yang sama mempunyai daya tahan yang berbeda. Misalnya sebagian orang mudah terserang penyakit tetapi sebagian yang lain tidak. Meskipun terjangkit penyakit yang sama ada sebagian orang hanya mengalami gejala yang ringan dan cepat sembuh, tetapi ada juga yang sebaliknya yaitu berat dan proses sembuhnya lama.
Maka pada bab ini saya akan menjelaskan tentang proses terjadinya penyakit. Ada 4 faktor yang dapat mengacaukan keseimbangan relatif Yin Yang tubuh yang disebut pathogen, yaiut :
1. Faktor eskopathogenous termasuk 6 Yin (angin, dingin, shu, lembab, kering dan api/panas), dan wabah.
2. Faktor endogenous termasuk 7 emosi, pola makan yang tidak teratur, tegang/santai yang berlebihan.
3.   Tan Yin (dahak, lendir), retension cairan tubuh dan stagnasi xue.
4.   Traumatik luar, obat kimia, gigitan binatang dll.
Dari empat faktor di atas akan saya urai satu persatu meskipun tidak secara luas. Saya urai dengan secara singkat tapi padat.
1.   Faktor eskopathogenous termasuk 6 Yin
Angin
Angin merupakan faktor klimatik utama pada musim semi. Angin terjadi sepanjang tahun, bergerak cepat, dapat berubah sewaktu-waktu dan menggerakkan pepohonan. Pucuk pohon bergetar hebat diibaratkan dengan gejala penyakit seperti pusing, tremor, kejang dan sebaginya. Maka ini disebut dengan sindrom angin.
Adapun karakter dari pada angin adalah : angin merupakan penyebab bermacam-macam penyakit, sifat angin mengambang ke atas, angin selalu berjalan cepat dan berubah arah, angin juga mempunyai sifat yang selalu bergerak.
Dingin
Dingin adalah faktor klimatik utama dalam musim dingin. Pada musim dingin sering terdapat penyakit sindrom dingin. Begitu pula pada musing yang lain juga dapat terserang eksopathogen dingin. Terserangnya eksopathogen dingin berhubungan dengan kurangnya daya tahan tubuh terhadap dingin. Dingin bersifat membekukan, stagnasi dan astringent, ini disebut dengan sindrom dingin.
Adapun karakter dingin adalah : dingin tergolong Yin, sering melukai Yang Qi tubuh, sifat dingin membekukan atau mengentalkan dan menimbulkan rasa nyeri, sifat dingin juga kontraksi dan stagnasi.
Shu (Summer Heat)
Shu adalah faktor klimatik musim panas. Pathogen Shu hanya ada pada musim panas. Shu termasuk eksopathogen yang murni, tidak ada endogenous.
Adapun karakter pathogen Shu adalah : pathogen shu tergolong Yang dan terdapat gejala sindrom Yang-Panas, sifat Shu menaikkan dan menyebarkan sehinggang mudah melukai Jin Ye dan Qi, pathogen Shu sering bersamaan pathogen lembab.

Lembab
Lembab adalah faktor klimatik utama pada musim panas panjang. Panas panjang adalah akhir dari musim panas dan awal musim gugur. Ketika panas mulai menurun, gas mulai naik (panas menguapkan air menjadi gas dan menyebar di udara). Musim seperti ini merupakan musim yang paling lembab dalam setahun.
Hujan yang berkepanjangan, tempat tinggal yang lembab, pekerjaan sering berhubungan dengan air menyebabkan fungsi transportasi limpa tidak normal dan terjadi retensi lembab yang dapat menimbulkan penyakit.
Karakter lembab adalah : pathogen lembab tergolong Yin mudah melukai Yang dan menghamba perjalanan qi, sehingga mengakibatkan transportasi naik turun qi tidak normal, sifat lembab berat, sifat lembab keruh dan tidak tidak jernih, sifat lembab menurun, sifat lembab juga bahwa sifat lembab lengket dan stagnasi.
Kering
Kering adalah faktor klimatik pada musim gugur. Pada musim gugur jarang terjadinya hujan, udara terasa panas kering dan mudah timbul penyakit sindrom kering.
Karakter daripada pathogen kering ini adalah sebagai berikut : pathogen kering mengeringkan Jin Ye dengan tidak normal, pathogen kering juga mudah melukai paru.
Api (hangat dan panas)
Api – hangat dan panas tergolong ke sindrom Yang hanya dalam tingkat yang berbeda. Sangat hangat disebut panas, sedangkan sangat panas disebut api. Panas dan api adalah faktor pathogen. Sindrom panas api terjadi jika terserang eksopathogen. Suatu missal : angin panas, shu panas, lembab panas dsb.
Karateristika dai pada api ini adalah : pathogen api tergolong Yang, sifat api membara dan naik ke atas, api dan panas sering menghabiskan Jin Ye, api dan panas juga sering menggerakkan xue (darah), panas-api adalah penyebab pembengkakan dan karbunkel.
2.   Yi Li (Pastilence)
Yi Li adalah semua wabah yang sangat menular. Terjadinya Yi Li karena perubahan cuaca yang tidak normal. Misalnya, musim dingin terjadi cuaca panas atau musim panas terjadi cuaca dingin. Panas, lembab atau kekeringan yang berkepanjangan, lingkungan yang kotor, banyak sampah, banyak bangkai binatang yang membusuk dan mencemari lingkungan, merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit menular. Misalnya, pastilet disentri, smallpox (cacar), kolera, pes, gondongan, malaria dsb.
Penularan Yi Li ini dapat melalui udara dan berkontak langsung melalui makanan dan pernapasan, tidak pandang usia sehingga semua dapat tertular.
3.   7 (tujuh) emosi
Yang termasuk dalam tujuh emosi adalah gembira, berpikir, sedih, khawatir, takut dan terkejut. Masing-masing emosi digolongkan ke dalam lima unsur dan berhubungan erat dengan organ Zang Fu.
Gembira tergolong api           : berhubungan dengan jantung
Marah gergolong kayu          : berhubungan dengan hati
Berpikir tergolong tanah       : berhubungan dengan limpa
Khawatir tergolong logam     : berhubungan dengan paru
Takut tergolong air                : berhubungan dengan ginjal
Tujuh emosi juga  dapat mengakibatkan disfungsi semua organ, yang sering dijumpai adalah jantung, hati dan limpa sebagaimana penjelasan berikut :
·   Jantung menguasai mental : gejala disfungsi jantung adalah palpitasi, banyak mimpi, insomnia, delirium, kolaps.
·   Hati mengatur aktivitas qi : disfungsi hati mengakibatkan depresi, stress, mudah marah, nyeri iga, mual, haid tidak teratur dsb.
· Limpa mengatur transportasi dan transformasi : disfungsi limpa mengakibatkan tak nafsu makan, nyeri visera, buang air besar tidak teratur dsb.
4.   Pola Makan yang Tidak Benar
Makanan dan minuman merupakan materi dasar untuk mempertahankan hidup. Jika pola makan tidak teratur akan melukai limpa-lambung dan akan menimbulkan penyakit tentunya.
Ada tiga aspek pola makan yang tidak benar :
-      Terlalu lapar dan terlalu kenyang
-      Makan makanan yang tidak sehat, tigak bergizi
-      Makan makanan yang mengandung banyak lemak.
5.   Terlalu Lelah atau Terlalu Santai
Bekerja dan beristirahat adalah dua hal pokok yang diperlukan oleh manusia dalam hidupnya. Tetapi keduanya harus seimbang sesuai kebutuhan tubuh, boleh beraktivitas tetapi diharapkan tidak melebihi kepasitas kemampuan tubuh. Begitu juga boleh beristirahat akan tetapi jangan sampai berlebihan.
6.   Traumatik luar dan binatang/serangga
Traumatik luar dan binatang adalah penyakit yang diakibatkan karena keteledoran atau ketidak sengajaan seperti halnya tersayat pisau, tertembak, luka bakar, terjatuh, digigi oleh binatang, terkenak racun binatang dsb.
7.   Faktor pathogenetik – Tan Yin dan Stagnasi xue
Dahak/lendir atau Tan Yin dan stagnasi xue (darah) juga bisa menimbulkan suatu gangguan dan gejala penyakit.
      
              Pathogenesis
Pathogenesis adalah ilmu yang mempelajari mekanisme terjadinya penyakit dan pathologis. Banyak faktor penyebab penyakit yang mengakibatkan perkembangan dan penularan penyakit yang sangat bervariasi. Jika dapat menguasai ilmu pathogenesis ini dengan sempurna maka akan sangat mempermudah dalam mendiagnosa dan melakukan suatu tindakan terapi. Meskipun terjadi dan perkembangan penyakit sangat rumit, tetapi tidak lain karena pengaruh perjuangan antara xie qi (faktor pathogen), zheng qi (qi yang sehat) dan Yin Yang yang relatif seimbang.
Jika xie qi menyerang tubuh, zheng qi akan melindungi tubuh dan melawan xie qi, mengacaukan keseimbangan Yang tubuh atau keseimbangan Yin Yang tubuh terganggu, terdapat faktor pathogen yang dapat menyebabkan penyakit, zheng qi akan melawan xie qi. Dalam proses terjadinya perkembangan penyakit, perjuangan xie qi dan zheng qi serta keseimbangan Yin Yang yang tidak harmonis selalau berada bersama, hanya ada salah satu yang lebih menonjol. Dalam penyakit eksogenus, perjuangan xie qi dan zheng qi yang lebih menonjol, sedangkan dalam penyakit endogenus keseimbangan Yin Yang tubuh yang tidak harmonis yang lebih menonjol.
Dalam buku “Lin Yu”, diterangkan jika ingin menentukan apakah keadaan Yin Yang, keadaan xie qi dan zheng qi defisiensi atau ekses adalah dengan cara : kalau ekses dilemahkan (dieliminasi) dan kalau defisiensi dikuatkan (ditonifikasi).
Terjadinya penyakit merupakana suatu proses yang sangat rumit antara perjuangan xie qi dan zheng qi. Keadaan menguat dan melemahnya disalah satu pihak akan memperlihatkan berat atau ringan dan membaiknya atau memburuknya suatu penyakit. Jika zheng qi cukup, dapat melindungi tubuh dari serangan xie qi. Zheng qi didasari oleh qi ginjal, qi limpa-lambung, hubungan antara qi, xue, jing, jin ye, dan Yin Yang yang seimbang. Xie qi adalah faktor pathogenetik yang terdiri dari 6 Yin, Yi Li, 7 emosi, pola makan yang tidak benar, Tan Yin, Stagnasi xue dsb. Zheng qi dalam keadaan lemah, xie qi dapat menyerang tubuh sehingga terjadi penyakit.
Ada dua keadaan yang dapat menyebabkan zheng qi lemah, yaitu :
1. Zheng qi lemah dalam waktu yang lama, jika terserang penyakit dapat mengakibatkan penyakit kronis atau sering terjangkit penyakit.
2. Zheng qi lema dalam keadaan tertentu. Pada umumnya zheng qi cukup baik, tetapi jika terlalu lelah, lapar, wanita yang sedang haid, wanita yang baru melahirkan dsb, maka akan terjadi zheng qi melemah sementara, sehingga jika xie menyerang akan jatuh sakit. Tetapi jika diobati dengan baik dan benar proses penyembuhannya akan cepat.
Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa terjadinya perkembangan dan perubahan penyakit berhubungan erat dengan zheng qi dan xie qi. Zheng qi adalah faktor endogenous dan xie qi adalah faktor eksogenous. Tetapi dalam keadaan tertentu xie qi merupakan faktor utama penyebab penyakit.
Perubahan pathologis sangat rumit, tetapi tidak lain adalah perjuangan antara zheng qi dan xie qi, keseimbangan Yin Yang yang tidak normal. Jadi ilmu teori pathogenesis ini adalah teori penting dalam penerapan ilmu akupunktur guna menganalisa, mengenal etiologi dan menetapkan terapi.