Jumat, 03 Agustus 2018

AKUPUNKTUR DENGAN BERAGAM MANFAATNYA MENURUT DOKTER


Akupunktur merupakan teknik pengobatan Cina kuno yang telah berusia ribuan tahun. Di Indonesia, akupunktur dikenal luas sebagai pengobatan alternatif dengan cara menusukkan jarum ke tubuh. Menurut dokter Ainil Masthura, spesialis akupunktur RSIA Evasari, di Indonesia akupunktur dilakukan oleh batra atau shinshe, dokter umum yang kursus akupunktur, dan dokter spesialis akupunktur.

Akupunktur yang dilakukan oleh batra atau dikenal dengan akupunktur tradisional, merupakan terapi alternatif. Akupunktur yang dilakukan oleh dokter umum adalah akupunktur medis yang hanya menangani sekitar 20 penyakit sesuai kompetensi yang diberikan. Sementara akupunktur oleh dokter spesialis dikenal dengan akupunktur medis.

Akupunktur medis, masih dijelaskan dr. Ainil, adalah ilmu akupunktur klasik yang telah dipadukan ke dalam ilmu kedokteran modern. Menurut WHO, hingga saat ini ada sekitar 28 penyakit yang terbukti dapat diatasi secara efektif dengan akupunktur. Di antaranya sakit kepala, stroke, juga depresi.

Meski ada pula penyakit, gejala, maupun kondisi yang efek terapeutik dari akupunkturnya perlu dibuktikan lebih lanjut. Misalnya pada sakit akibat kanker, diabetes mellitus, infertilitas perempuan, atau obesitas.

Tak berbeda jauh dengan pemahaman mengenai akupunktur di Indonesia, masyarakat barat--khususnya Eropa--juga masih banyak meragukan keunggulan akupunktur sebagai solusi pengobatan terpercaya.

Dr. Taz Bhatia, dokter spesialis akupunktur dan profesor di Emory University, AS, mengatakan dalam mindbodygreen, semasa studi kedokteran ia selalu diajarkan bahwa obat yang sesungguhnya adalah yang lolos tes uji klinis dan memenuhi standar pengobatan. Padahal berdasarkan apa yang ia lihat dan praktikkan, akupunktur juga bisa berefek sama. "Apalagi akupunktur memiliki efek samping minimal dan tidak memerlukan obat tambahan," ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dr. Daniel Hsu menyebutkan dalam salah satu esainya, banyak orang mengesampingkan akupunktur karena rendahnya pengetahuan mengenai cara kerja dan manfaatnya.

Cara Kerja Akupunktur

Menurut Dr. Hsu dan Dr. Taz, akupunktur merupakan bentuk terapi yang mengandalkan pergerakan Chi (energi) dengan alat bantu jarum. Dijelaskan oleh mereka, tubuh terdiri dari 12 saluran energi berbeda yang masing-masing memiliki titik-titik unik (titik akupunktur) di permukaan kulit.

Titik akupunktur ini memiliki konsentrasi tinggi pada ujung saraf, limfatik, dan kapiler, yang mampu memicu perubahan biokimia dan fisiologis dalam tubuh. Ketika jarum dimasukkan ke titik akupunktur, reseptor sensorik akan merangsang saraf dan memicu reaksi berantai.

Hasilnya, interaksi kompleks antara otak, hormon, dan kelenjar inilah yang nantinya akan menjadi semacam pembangkit listrik, dan berfungsi mengatur sejumlah proses tubuh. Salah satunya adalah pelepasan neurotransmitter dan endorfin-- hormon alami penghilang rasa sakit.

Manfat Akupunktur

Dr. Hsu menyebutkan, endorfin yang berperan penting dalam sistem hormonal efektif dalam mengobati sakit punggung, arthritis (radang sendi), PMS, bahkan ketidaksuburan. Akupunktur juga digunakan untuk melepaskan zat rileksasi tubuh dan mengatur serotonin yang memengaruhi emosi. Efek fisiologis lainnya termasuk meningkat sirkulasi, mengurangi peradangan, mengurangi kejang otot dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dr. Taz juga merekomendasikan akupunktur untuk penderita migrain, ketidakseimbangan hormon, serta masalah pencernaan. Berikut beberapa manfaat akupunktur lainnya berdasar penelitian di antaranya sebagai berikut:

1.      Menurunkan kadar kortisol--hormon stres pemicu banyak penyakit kekinian seperti makan tidak teratur, kurang tidur, dan stres.
2.      Meredakan nyeri pada pengobatan kanker payudara dan kanker prostat.
3.      Menurunkan tekanan darah tinggi (belum lama ini diuji secara klinis menggunakan terapi rutin elektroakupunktur).
4.      Alternatif kecantikan selain operasi plastik dan botox.
5.      Efektif menurunkan berat badan.
6.      Meredakan gatal akibat eksim.


Sumber : https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar